Minggu, 20 April 2014

PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Paradigma yang dianut seorang peneliti tentang tuntutan pengetahuan (knowledge claim), prosedur umum penelitian (strategies of inquiry) dan prosedur penjaringan dan analisis data (research method) akan menentukan apakah dia akan menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau metode gabungan. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang ketiga jenis pendekatan penelitian tersebut.
            Suatu pendekatan atau metode ilmiah, juga yang ada dalam penelitian, tentu tidak terlepas dari kebaikan dan kelemahan, keuntungan, serta kerugian. Oleh karena itu, untuk dapat memberi pertimbangan  dan keputusan mana yang lebih baik, tepatnya lebih cocok dalam penggunaan suatu pendekatan, terlebih dahulu perlu dipahami masing-masing pendekatan tersebut.
            Untuk memperoleh gambaran tentang penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif ataupun mix method (gabungan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif) harus diketahui karakteristek yang membedakan diantara ketiganya. Maka dari itu, penjelasan mengenai karakteristik masing-masing dari pendekatan akan dijelaskan.
             Tahapan metode antara penelitian kualitatif dan kuantitaif berbeda. Pendekat an mix method merupakan penggabungan antara penelitian kuantitatif dan kualititatif.
            Dalam dunia pendidikan banyak sekali permasalahan yang timbul, maka dari itu perlu dicari solusinya, dengan menggunakan metode dan pendekatan yang ada. Seperti kuantitatif, kualitatif, dan mix method.
           
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat diketahui beberapa rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah definisi pendekatan penelitian serta metode penelitian?
2.      Apa sajakah jenis-jenis pendekatan penelitian?
3.      Bagaimanakah tahapan pendekatan masing-masing penelitian?
4.      Bagaimanakah ciri-ciri dan karakteristik masing-masing pendekatan?
5.      Bagaimanakah contoh masing-masing pendekatan khususnya dalam bidang pendidikan?

C.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diketahui tujuan sebgai berikut:
1.      Untuk mengetahui definisi pendekatan penelitian dan metode penelitian.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis pendekatan.
3.      Untuk mengetahui tahapan pendekatan masing-masing penelitian.
4.      Untuk mengetahui ciri-ciri dan karakteristik masing-masing pendekatan.
5.      Untuk mengetahui contoh masing-masing pendekatan dalam bidang pendidikan.






BAB II
PEMBAHASAN

1.      Definisi Pendekatan dan Metode Penelitian
      Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat 4 kata kunci diantaranya:
Cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu :
-          Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia
-          Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat di amati oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal).
-          Sistematis berarti proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang besifat logis.
Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai criteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data dapat dikumpulkan oleh peneliti. Misalnya dalam masyarakat tertentu terdapat 5000 orang miskin, sementara peneliti melaporkan jauh dibawah atau di atas 5000 orang miskin, maka derajat validitas hasil penelitian itu rendah. Atau misalnya dalam suatu unit kerja pemerintahan, dimana dalam unit kerja tersebut iklim kerjanya sangat bagus, sementra peneliti melaporkan iklim kerjanya tidak bagus, maka data yang dilaporkan tersebut juga tidak valid. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya, dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas. Pada umumnya jika data itu reliable dan obyektif, maka terdapat kecenderungan data tersebut akan valid.
Reliabilitas berarti berkenaan dengan derajat konsistensi atau keseimbangan data dalam interval waktu tertentu. Misalnya pada hari pertama wawanncara sumber data mengatakan bahawa jumlah karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang, maka besok atau lusapun sumber data tersebut kalo ditanya akan tetap mengatakan bahwa jumlah karyawan yang berdemonstrasi tetap sebanyak 1000 orang. Sedangkan obyektivitas berkenaan dengan kesepakatan anatar banyak orang, bila banyak orang yag menyetujui bahawa karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang maka data tersebut adalah data obyektif.

2.      Jenis- Jenis Pendekatan Penelitian
a.       Pendekatan Kualitatif
Pendekatan penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama dinamakan metode postpositivistik, karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme, (paradigma interpretif dan konstruktif yang memandang sesuatu realitas yang holistik atau utuh, kompleks, dinamis, penuh makana dan hubungan gejala bersifat interaktif).
Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnographi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut sebagi metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument yaitu penelitian itu sendiri. Untuk dapat menjadi instrument maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret dan mengkonstruksi sistuasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi tetapi lebih menekankan pada makna.

b.      Pendekatan kuantitatif
Pendekatan kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagi metode positivistik, karena berlandasakan pada filsafat positivisme ( memandang realitas/gejala/fenomena ini dapat di klasifikasikan, relative tetap, konkrit teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat, penelitian biasanya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu).
Metode ini sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga di sebut discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan sebagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.

c.       Mix method
            Penelitian gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multimedtodologi dalam operations research, merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif (Wikipedia, 2008). Pendekatan ini cenderung didasarkan pada paradigma pragmatik (seperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah, dan pluralistik). Prosedu-prosedur dalam penelitian mempertemukan atau menyatukan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh analisi komperehensif atas masalah penelitian. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan dua jenis data tersebut pada satu waktu kemudian menggabungkannya menjadi satu.
                Pendekatan metode gabungan dibedakan ke dalam dua bentuk: penelitian metode gabungan (mixed method research) dan penelitian model gabungan (mixed model research). Dalam penelitian metode gabungan peneliti menggunakan strategi kualitatif pada satu tahapan dan strategi kuantatif pada tahapan lain, atau sebaliknya. Sebagai contoh, seorang peneliti melakukan eksperimen (kuantitatif) dan setelah itu melakukan wawancara terhadap partisipan mengenai pandangan mereka terhadap eksperimen tersbut dan mencari tahu apakah mereka setuju dengan hasilnya. Dalam penelitian model gabungan peneliti memadukan strategi kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau dua tahapan yang sama. Sebagai contoh, seorang peneliti dapat melakukan sebuah survei dan menggunakan sebuah kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan tertutup dengan jawaban berganda (kuantitatif) dan beberapa pertanyaan terbuka (kualitatif). Sebagai contoh lain, peneliti dapat menjaring data kualitatif yang kemudian dirubah menjadi data kuantitatif.

3.      Tahapan (proses)  pendekatan masing-masing penelitian
a.       Proses penelitian kulitatif
a)      Tahap Deskripsi
Dalam tahap deskripsi terdapat beberapa langkah :
1.      Merumuskan Masalah
Segala sesuatu yang harus dicari jalan keluarnya (solusi).
b)      Tahap Reduksi
Dalam tahap reduksi terdapat beberapa langkah:
1.      Pembatasan Masalah (fokus penelitian)
            Sejumlah masalah yang diidentifikasi, dikaji, dan dipertimbangkan apakah perlu direduksi atau tidak. Pertimbangannya antara lain atas dasar keluasan lingkup kajian. Kajian yang terlalu luas memungkinkan adanya hambatan dan tantangan yang lebih banyak. Kajian yang terlalu spesifik memerlukan kemampuan khusus untuk dapat melakukan kajian secara mendalam. Pembatasan masalah merupakan langkah penting dalam menentukan kegiatan penelitian. Meski demikian, pembatasan masalah penelitian kualitatif tidaklah bersifat kaku atau tetap. Pembatasan masalah dapat dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan antara lain:
1)      Dapatkah masalah tersebut dikembangkan untuk diteliti?
2)      Adakah data atau informasi yang dapat dikumpulkan untuk menemukan jawaban atas masalah yang dipilih?
3)      Apakah masalah dan pemecahannya cukup bermanfaat?
4)      Apakah masalah tersebut baru dan aktual?
5)      Sudah adakah orang yang melakukan pemecahan masalah tersebut?
6)      Apakah masalah tersebut layak diteliti dengan melihat kemampuan peneliti akses memperoleh informasi serta ketersediaan dana dan waktu?
2.      Menetapkan Fokus Penelitian
            Penetapan fokus berarti membatasi kajian. Dengan menetapkan fokus masalah berarti peneliti telah melakukan pembatasan bidang kajian, yang berarti pula membatasi bidang tenuan. Menetapkan fokus berarti menetapkan kriteria data penelitian . dengan pedoman fokus masalah seorang peneliti dapat menetapkan data yang harus dicari. Data yang dikumpulkan hanyalah data yang relevan dengan fokus penelitian. Sebagai catatan bahwa dalam penelitian kualitatif dapat terjadi penetapan fokus peneliti baru dilakukan dan dipastikan pada saat peneliti berada di lapangan. Hal itu dapat terjadi bila fokus masalah yang telah dirumuskan secara baik, namun setelah di lapangan tidak mungkin dilakukan penelitian, sehingga diubah, diganti, disempurna atau dialihkan. Peneliti memiliki peluang untuk menyempurnakan, mengubah, atau menambah fokus penelitian.

c)      Tahap Seleksi
1.      Pengumpulan Data
Pada tahap ini yang perlu dipenuhi antara lain rancangan atau skenario penelitian, memilih dan menetapkan setting (latar) penelitian, mengurus perizinan, memilih dan menetapkan informan ( sumber data), menetapkan strategi dan teknik pengumpulan data, serta menyiapkan sarana dan prasarana penelitian. Pengumpulan data dilakukan dan menemui sumber data. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengumpulan data adalah menciptakan hubungan yang baik antara peneliti dan sumber data. Hal ini terkait dengan teknik pengumpulan data yang akan digunakan misalnya observasi, wawancara, atau pengamatan.
2.      Pengolahan Data dan Pemaknaan Data
            Pada penelitian yang lain pada umumnya pengolahan data dan pemaknaan data dilakukan setelah data terkumpul atau kegiatan pengumpulan di lapangan dinyatakan selesai. Analisis data kualitatif yang meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Selanjutnya, hal yang sama dilakukan secara kontinu pada saat pengumpulan sampai akhir kegiatan pengumpulan data secara berulang sampai data jenuh ( tidak diperoleh lagi informasi baru ). Dalam hal ini, hasil analisis dan pemaknaan data akan berkembang, berubah, dan bergeser sesuai perkembangan dan perubahan data yang ditemukan di lapangan.
3.      Pemunculan Teori
            Peran teori dalam penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif teori tidak dimanfaatkan untuk membangun kerangka pikir dalam menyusun hipotesis. Penelitian kualitatif bekerja secara induktif dalam rangka menemukan hipotesis. Teori berfungsi sebagai alat dan berfungsi sebagai fungsi tujuan. Teori sebagai alat dimaksudkan bahwa dengan teori yang ada peneliti dapat melengkapi dan menyediakan keterangan terhadap fenomene yang ditemui. Teori sebagai tujuan mengandung makna bahwa temuan penelitian dapat dijadikan suatu teori baru.
4.      Pelaporan Penelitian
            Laporan hasil penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban peneliti setelah melakukan kegiatan pengumpulan data penelitian dinyatakan selesai. Dalam konteks yang seperti ini, pelaporan hasil penelitian secara tertulis memiliki nilai guna setidaknya dalam empat hal, yaitu:
1)      Sebagai kelengkapan proses penelitian yang harus dipenuhi oleh para peneliti dalam setiap kegiatan penelitian.
2)      Sebagai hasil nyata peneliti dalam merealisasi kajian ilmiah.
3)      Sebagai dokumen autentik suatu kegiatan ilmiah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat  ataupun sesame peneliti.
4)      Sebagai hasil karya nyata yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bergantung pada kepentingan peneliti (Suparti, 2003).

b.      Proses Penelitian Kuantitatif
Tahap penelitianya sebagai berikut :
1.      Penelitian dimulai dengan sebuah permasalahan: sebuah pernyataan yang terjawab dipikiran peneliti.
2.      Penelitian melihat tujuan dalam suatu pernyataan permasalahan.
3.      Penelitian membagi permasalahan menjadi sub-sub permasalahn yang lebih dapat dikelola. Setiap sub permasalahan mencari petunjuk melalui pernyataan penelitian yang spesifik atau hipotesis yang sesuai.
4.      Penelitian menunjukkan solusi sementara terhadap permasalahan penelitian melalui hipotesis yang sesuai. Hipotesis tersebut mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan data.
5.      Penelitian mencari data diarahkan oleh hipotesis dan dibimbing oleh permasalahan. Data dikumpulkan dan diorganisasikan.
6.      Penelitian menginterpretasikan arti data yang mengarah pengatasan permasalahan, yaitu member konfirmasi atau menolak hipotesis dan atau atas memberi jawaban terhadap permasalahan yang memulai penelitian itu. Kesimpulan merupakan generalisasi hasil interpretasi. Terhadap kesimpulan yang diperoleh, maka diciptakanlah implikasi dan rekomendasi serta saran dalam pemanfaatan hasil penelitian.


c.       Proses penelitian mix method (campuran)
Tahap penelitiannya sebagai berikut :
1.      Memilih masalah yang ada
2.      Mengetahui latar belakang timbulnya masalah
3.      Mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif yang berkaitan dengan rencana penelitian yang akan dilakukan
4.      Menggabungkan menjadi satu informasi
5.      Menentukan hipotesis terhadap masalah yang sedang diteliti
6.      Menentukan variabel/sumber data
7.      Menentukkan dan menyusun instrumen yang akan digunakan
8.      Menganalisis data yang ada, lalu disimpulkan sesuai dengan hipotesis atau tidak
9.      Penarikan kesimpulan

4.      Ciri dan karakteristik masing-masing pendekatan
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Mix Method
1
A.    Desain
a.       Spesifik, jelas, rinci
b.      Ditentukan secara mantap sejak awal
c.       Menjadi pasangan langkah demi langkah
A.    Desain
a.       Umum
b.      Fleksibel
c.       Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian
A.    Desain
a.       Jelas, rinci dan umum
b.      Fleksibel dan terarah

2
B.     Tujuan
a.       Menujjukkan hubungan antar variabel
b.      Menguji teori
c.       Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B.     Tujuan
a.       Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
b.      Menemukan teori
c.       Menggambarkan realitas yang kompleks
d.      Memperoleh pemahaman makna
B.Tujuan 
a. menunjuk-kan hubungan antar variabel sehingga akan ditemukan pola hubungan anatar variabel tersebut.
b. menemukan teori penyelesaian suatu masalah dan menguji kelayakan teori tersebut
c. memperoleh pemahaman makna dan nilai 

3
C.    Teknik Pengumpulan data
a.       Kuesioner
b.      Angket
c.       Observasi dan wawancara terstruktur
C.    Teknik Pengumpulan Data
a.       Participant observation (mengumpulkan makna dari para partisipan secara langsung)
b.      In depth interview
c.       Dokumentasi
d.      Study kepustakaan (buku) dan media massa
C.Teknik Pengumpulan Data
a. kuisioner
b. observasi langsung dan wawancara
c. triagulasi
(gabungan) menerapkan praktik-praktik kuantitatif dan kualitatif

4
D.    Instrument Penelitian
a.       Test, angket, wawancara terstruktur
b.      Instrumen yang telah terstandar
D.    Instrument Penelitian
a.       Peneliti sebagai instrument
b.      Buku catatan, tape recorder, camera, handycam dan lain-lain
D.Instrument Penelitian
a. test, angket, peneliti dll
b.buku catatan,
tape recorder, camera dll


5
E.     Data
a.       Kuantitatif
b.      Hasil pengukur variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
E.     Data
a.       Deskriptif kualitatif
b.      Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain
E.Data
a.mengumpulkan data kuantitatif (data angka) dan kualitatif (gambar-gambar dan data tekstual)
b.hasil pengukuran variabel dan catatan yang diperoleh dari lapangan

6
F.     Sampel
a.       Besar
b.      Representatif
c.       Sedapat mungkin random
d.      Ditentukan sejak awal
F.     Sampel/sumber data
a.       Kecil
b.      Tidak representatif
c.       Purposive, snowball
d.      Berkembang selama proses penelitian
F.Sampel/
sumber data
a.        

7
G.    Analisis
a.       Setelah selesai pengumpulan data
b.      Deduktif
c.       Menggunakan statistic untuk menguji hipotetis
G.    Analisis
a.       Terus menurus sejak awal sampai akhir penelitian
b.      Induktif
c.       Mencari pola, model, thema, tori
G.Analisis
a.    analisis statistik dan analisis tekstuals
8
H.    Hubungan dengan responden
a.       Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
b.      Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
c.       Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H.    Hubungan dengan responden
a.       Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
b.      Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
c.       Jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
H.Hubungan dengan responden
a.       Jika menggunakan pengumpulan data dengan metode kuantitatif maka dibuat berjarak
b.      Jika menggunakan pengumpulan data kualitatif maka dibuat seakrab mungkin dengan responden
9
I.       Usulan desain
a.       Luas dan rinci
b.      Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti
c.       Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
d.      Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
e.       Hipotesis dirumuskan dengan jelas
f.       Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun kelapangan
I.       Usulan desain
a.       Singkat, umum besifat sementara
b.      Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.       Prosedur bersifat umum, sperti akan merencanakan tour atau piknik
d.      Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah study pendahuluan
e.       Tidak dirumuska hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
f.       Focus penelitian ditetapkan stelah diperoleh data awal dari lapangan
I.Usulan desain
a.       Luas dan rinci serta bersifat sementara dan bermakna
b.      Adanya hipotesis untuk menyesuaikan dengan teori yang ada sehingga ditemukan teori baru (hipotesis baru)
10
J.      Kapan penilitian dianggap selesai ?
Setelah semua kegiatan yang direncankan dapat diselesaikan
J.Kapan penelitian dianggap selesai ?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru atau jenuh
J. Kapan penelitian dianggap selesai ?
setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat di selesaikan dan tidak ada data yang dianggap baru.

11
K.    Kepercayan terhadap hasil penelitian
Pengujian faliditas dan realiabilitas instrumen
K.Kepercayaan terhadap hasil penelitia
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian.
K.Kepercayaan terhadap hasil penelitia
Dapat menjawab semua pertanyaan yang tidak dapat dijawab hanya dengan menggunakan satu metode penelitian, memberikan data yang valid (meyakinkan)


5.      Contoh Masing-masing Pendekatan dalam Bidang Pendidikan
a.       Contoh Pendekatan Kualitatif dalam Bidang Pendidikan
Dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik (menyeluruh) dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif. Sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan dependennya. Cohtohnya :
“Hubungan  Pelayanan Guru Bimbingan Dan Konseling Dengan Kedisiplinan Belajar Siswa “
Dalam hal ini hubungannya interaktif yaitu saling mempengaruhi artinya makin banyak pelayanan Guru Bimbingan dan Konseling terhadap siswa maka akan semakin tinggi juga tingkat kedisiplinan belajar siswa, begitu juga sebaliknya semakin tinggi tingkat kedisiplinan belajar siswa maka Pelayanan Guru Bimbimbingan Dan Konseling akan semakin banyak pula.
b.      Contoh Pendekatan Kuantitatif dalam Bidang Pendidikan
Dalam penelitian kuantitatif hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kasual), sehingga dalam penelitiaanya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut akhirnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Contohnya :
“ Peranan Model Pembelajaran Kooperative tipe STAD pada Pokok Bahasan Himpunan terhadap Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa “
Artinya semakin sering guru menggunakan model pembelajaran tipe STAD pada pokok bahasan Himpunan maka akan semakin tinggi pula keaktifan dan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran Kooperative tipe STAD  variabel independen (sebab) dan keaktifan dan prestasi belajar siswa variabel dependen (akibat).

c.       Contoh mix Method  dalam Bidang Pendidikan
Dalam penelitian mix method (campuran) hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti bersifat sebab-akibat (kasual) serta bersifat interaktif (saling mempengaruhi)
Terdapat kolerasi antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Contohnya :
“ Hubungan penggunaan media komik dalam meningkatkan keterampilan menceritakan dan menanggapi persoalan siswa kelas V SDN Aengtaber 1”
Artinya  dengan adanya pengunaan media komik maka akan menyebabkan keterampilan menceritakan dan menanggapi siswa meningkat, dalam hal ini media komik sangat mempengaruhi tingkat keterampilan menceritakan dan menanggapi siswa.






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Jenis-jenis penelitian bisa dilakukan dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mix method.Dalam ketiga jenis metode tersebut memiliki tahapan yang berbeda serta memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda-beda pula. Disamping perbedaan yang ada pada pendekatan tersebut, terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing.